https://www.scienceedujournal.org/index.php/PSEJ/issue/feed PSEJ (Pancasakti Science Education Journal) 2026-04-28T19:10:04+07:00 Mobinta Kusuma mobintakusuma@upstegal.ac.id Open Journal Systems <p>PSEJ (Pancasakti Science Education Journal), with registered number ISSN <a title="e-ISSN PSEJ " href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2541-0628"><strong>2541-0628</strong></a> (Online), ISSN <a title="p-ISSN PSEJ" href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2528-6714"><strong>2528-6714</strong></a> (Print) is a peer-reviewed journal conducted by a team under Science Education Study Program, Teacher Training and Education Faculty, Universitas Pancasakti Tegal.</p> <p>PSEJ was firstly published in 2016 via http://e-journal.upstegal.ac.id/index.php/psej as the publication media. But in 2019, precisely in the publishment of vol.4 no 2 october 2019, PSEJ changed the domain to <strong>https://scienceedujournal.org</strong>. With the current domain transformation, PSEJ used OJS 3.1.2 software. All of the journals, which have been published in OJS 2.4.8 Software, have been migrated on the new website.</p> https://www.scienceedujournal.org/index.php/PSEJ/article/view/269 Tren Penelitian Media Digital STEM pada Pembelajaran IPA SMP di Indonesia: Systematic Literature Review 2014-2024 2026-04-28T17:44:49+07:00 Rizki Nor Amelia rizkinoramelia@mail.unnes.ac.id Rohanah Rohanah rohannh00@students.unnes.ac.id <p><em>In this era of technological development, innovation in learning has become an urgent need, one of which is through the use of digital media. This study aims to analyze the use of STEM-based digital media among junior high school students in Indonesia between 2014 and 2024. The method used is a Systematic Literature Review (SLR) by analyzing 54 articles from national and international journals. The results of the analysis show that the dominant research method is quantitative with a quasi-experimental design (92%), with the most publications in 2023 (43%). The most widely used type of digital media is e-modules (28%), while the data collection technique generally uses a mixed method (61%). Descriptive data analysis dominated (91%), with critical thinking skills as the most frequently studied dependent variable (15%), and science subjects as the most common context (56%). These findings provide insights for educators, researchers, and developers to optimize the implementation of STEM-based digital media in the learning process.</em></p> 2026-04-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 PSEJ (Pancasakti Science Education Journal) https://www.scienceedujournal.org/index.php/PSEJ/article/view/289 Integrasi Media Powtoon pada Pembelajaran Fisika untuk Meningkatkan Literasi Sains 2026-04-28T19:10:04+07:00 Dinda Sutiara dindasutiara19@gmail.com Muhammad Azzarkasyi azzarkasyi@gmail.com Syamsul Rizal syamsul.rizal@serambimekkah.ac.id Nurul Fajri Saminan nurul.fajri@serambimekkah.ac.id Mahyana Mahyana mahyana@serambimekkah.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kemampuan literasi sains siswa menggunakan media video animasi dan mengamati respons siswa terhadap metode pembelajaran ini. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan mendistribusikan instrumen tes dan kuesioner kepada 30 siswa kelas VIII di SMPN 13 Banda Aceh sebagai sampel dari populasi total siswa yang dikelompokkan dan kemudian dipilih secara acak. Aspek-aspek kompetensi literasi sains yang digunakan sesuai dengan ketentuan PISA 2017, yang meliputi tiga aspek, yaitu kompetensi untuk menjelaskan fenomena secara ilmiah, kompetensi untuk merancang dan mengevaluasi penyelidikan ilmiah, serta kompetensi untuk menafsirkan data dan bukti secara ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains sebelum menerapkan pembelajaran berbasis Powtoon (pre-test) dalam aspek menjelaskan fenomena ilmiah sebesar 31,90%, yang termasuk dalam kategori rendah, dan setelah menerapkan pembelajaran (post-test), persentasenya menjadi 60,95%, yang termasuk dalam kategori sedang. Kemampuan dalam merancang dan mengevaluasi penyelidikan ilmiah, persentase sebelum menerapkan pembelajaran (pre-test) adalah 33,33% dalam kategori sedang, dan setelah menerapkan pembelajaran (post-test) menjadi 56,67% dalam kategori sedang. Kompetensi dalam menafsirkan data dan bukti ilmiah, persentase sebelum pembelajaran (pretest) sebesar 42,08% dalam kategori sedang, dan setelah pembelajaran (posttest) sebesar 67,08% dalam kategori sedang.</p> 2026-04-27T20:40:49+07:00 Copyright (c) 2026 PSEJ (Pancasakti Science Education Journal)